Sunday, February 20, 2011

Jangan Tangisi Apa Yang Bukan Milikmu

Dalam perjalanan hidup ini seringkali kita merasa kecewa. Kecewa sekali.
Sesuatu yang luput dari genggaman, keinginan yang tidak tercapai,
kenyataan yang tidak sesuai harapan. Akhirnya angan ini lelah
berandai-andai ria. Pffhh...sungguh semua itu tlah hadirkan nelangsa
yang begitu menggelora dalam jiwa.

Dan sungguh sangat beruntung andai dalam saat-saat terguncangnya jiwa
masih ada setitik cahaya dalam kalbu untuk merenungi kebenaran. Masih
ada kekuatan untuk melangkahkan kaki mencari ilmu, mencari rejeki,
kebahagian yang akan mengantarkan pada ketentraman jiwa.

Hidup ini ibarat belantara.Tempat kita mengejar berbagai keinginan. Dan
memang manusia diciptakan mempunyai kehendak, mempunyai keinginan.
Tetapi tidak setiap yang kita inginkan bisa terbukti, tidak setiap yang
kita mau bisa tercapai.

Dan tidak mudah menyadari bahwa apa yang bukan menjadi hak kita tak
perlu kita tangisi. Banyak orang yang tidak sadar bahwa hidup ini tidak
punya satu hukum: harus sukses, harus bahagia atau harus-harus yang
lain.

Betapa banyak orang yang sukses tetapi lupa bahwa sejatinya itu semua
pemberian Allah hingga membuatnya sombong dan bertindak sewenang-wenang.
Begitu juga kegagalan sering tidak dihadapi dengan benar. Padahal
dimensi dari kegagalan adalah tidak tercapainya apa yang memang bukan
hak kita. Padahal hakekat kegagalan adalah tidak terengkuhnya apa yang
memang bukan hak kita.

Apa yang memang menjadi bagian dari kita di dunia, entah itu Rejeki,
jabatan, kedudukan pasti akan Allah sampaikan.Tetapi apa yang memang
bukan milik kita, ia tidak akan kita bisa miliki, meski ia nyaris
menghampiri kita, meski kita mati-matian mengusahakannya.

Demikian juga bagi yang sedang galau terhadap jodoh. Kadang kita tak
sadar mendikte Allah tentang jodoh kita, bukanya meminta yang terbaik
tetapi benar-benar mendikte Allah: Pokoknya harus dia Ya Allah... harus
dia, karena aku sangat mencintainya. Seakan kita jadi yang menentukan
segalanya, kita meminta dengan paksa.

Dan akhirnya kalaupun Allah
memberikanya maka tak selalu itu yang terbaik. Bisa jadi Allah tak
mengulurkanya tidak dengan kelembutan, tapi melemparkanya dengan marah
karena niat kita yang terkotori.

Maka wahai jiwa yang sedang gundah, dengarkan ini dari Allah : Maka
setelah ini wahai jiwa..., jangan kau hanyut dalam nestapa jiwa
berkepanjangan terhadap apa-apa yang luput darimu.

Setelah ini harus benar-benar dipikirkan bahwa apa-apa yang kita rasa
perlu didunia ini harus benar-benar perlu bila ada relevansinya dengan
harapan kita akan bahagia di akhirat. Karena seorang "baik" tidak hidup
untuk dunia tetapi menjadikan dunia untuk mencari hidup yang
sesungguhnya: hidup di akhirat kelak!

Maka sudahlah....., jangan kau tangisi apa yang bukan milikmu! 

Sumber ::  http://www.gsn-soeki.com/wouw/a000076.php

Mencapai Makna Dalam Hidup

Menurut Bastaman (dalam Kitab, 1998) dalam menemukan kebermaknaan hidup sebagai upaya untuk menemukan kembali kesadaran akan makna dan orientasi hidup, diantaranya:


a.Pemahaman pribadi dan pengubahan sikap. Manfaat dari metode ini adalah untuk (1) mengenali keunggulan-keunggulan dan kelemahan-kelemahan pribadi, (2) menyadari keinginan dari mesa kecil hingga sekarang serta memahami kebutuhan-kebutuhan apa yang mendasari keinginan-keinginan itu, (3) merumuskan secara lebih jelas dan nyata hal-hal yang diinginkan untuk masa mendatangkan dan menyusun rencana secara realistis untuk mencapainya.


b.Bertindak positif, yakni menerapkan hal-hal yang baik dan positif dalam berperilaku dan tindakan nyata sehari-hari.


c.Pengakraban hubungan, yakni hubungan akrab seorang pribadi dengan pribadi yang lain sedemikian rupa sehingga dihayati sebagai hubungan yang dekat, mendalam, saling percaya dan saling memahami. Jadi terdapat semacam dukungan sosial. Dengan cara ini seseorang merasa dirinya berharga dan bermakna, baik bagi dirinya sendiri maupun bagi orang lain, karena hal ini merupakan salah satu sumber makna bagi manusia.


d.Pendalaman tri nilai. Tri nilai di sini adalah (1) pendalaman nilai-nilai kreatif, yaitu dengan memberikan sesuatu yang berharga bagi kehidupan, (2) pendalaman nilai-nilai penghayatan, dimana individu mencoba memahami, meyakini dan mengahayati berbagai nilai yang ada dalam kehidupan, seperti keindahan, kebijakan, keimanan, kebajikan dan cinta kasih, (3) pendalaman nilai-nilai bersikap, yakni memberi kesempatan kepada seseorang untuk mengambil sikap yang tepat terhadap kondisi dan peristiwa yang hadir dalam kehidupannya. Dengan mengambil sikap yang tepat maka beban pengalaman tragis akan berkurang, bahkan mungkin peristiwa itu dapat memberikan pengalaman yang berharga dan menimbulkan makna tertentu, yang dalam sehari-hari disebut dengan hikmah.


e.Ibadah. Dalam pengertian umum ibadah adalah segala kegiatan melaksanakan apa yang diperintahkan Tuhan, dan mencegah diri dari hal-hal yang dilarang-Nya menurut ketentuan agama.Sedangkan dalam pengertian khusus ibadah adalah ritual untuk mendekatkan diri kepada Allah melaui cara yang diajarkan dalam agama.

This is My Soul

Aku dalam setiap pengambilan keputusan memang sedikit terburu-buru, tapi kali ini aku harus memikirkan dan memutuskannya! aku yang dicintai oleh dua orang gadis tulus dari hatinya, merasa tak pantas untuk mendapatkan cinta dari mereka. Baiklah, akan aku posisikan gadis pertama (A) dan gadis kedua (B).

A adalah kekasihku yang pertama, aku sangat menyayangi dan mencintainya pada awalnya. Aku berhubungan dengannya sudah 1,7 tahun. Dia begitu baik padaku, care, dan amat sangat sayang padaku. Suatu ketika aku tertimpa masalah yang sangat pelik, dia ada untukku, menemaniku, memberiku semangat baru dan harapan baru.

Pada akhirnya, ada sisi lain yang memang aku paling tak suka ada pada dirinya. cuma 1 hal !!! aku tidak bisa mentolerir masalah tersebut. Hingga suatu saat aku berkenalan dengan B, dia adalah salah satu pasienku, yha! aku memang mahasiswa biasanya, tapi aku seringkali diminta bantuan untuk memecahkan suatu masalah yang kaitannya dengan kehidupan sehari-hari, karena sering tersebut, itu sudah menjadi bagian atau hobi dalam hidupku. Seperti pasienku sebelumnya, dia punya masalah dengan kekasihnya, spontan akupun memberinya wejangan. Tapi, entah kenapa karena hal itu kami menjadi saling mencinta, hal yang tak aku duga sebelumnya. Tentu saja, disaat hatiku remuk dengan sikap kekasihku dan hatinya remuk dengan sikap kekasihnya, kami pun bertambah dan bertambah dekat.

Hingga, disinilah aku, yang harus memutuskan, satu diantara mereka atau tidak kedua-duanya. Aku belajar untuk bertambah bijak, yang harus aku lakukan adalah ::

  1. Memilih salah satu yang akan kuberikan berjuta pertanyaan dan kemudian bergilir;
  2. Mendengarkan jawaban dan inti jawaban dari pertanyaan yang diajukan dan menyimpulkan;
  3. Bersikap dewasa saat pengambilan keputusan;
  4. Dalam pengambilan keputusan diusahakan dengan menggunakan akal pikiran dan hati yang saling singkron.
Nah, setelah aku dapatkan jawabannya. AKU MEMILIH A, untuk menjadi pendamping hidupku. insya Allah...